Tampilkan postingan dengan label roberto caleg Partai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label roberto caleg Partai. Tampilkan semua postingan

Masyarakat Yogyakarta, Saatnya Anda memilih ......!



Roberto EverhardTidak lama lagi Anda, rekan-rekan dan Saudara-Saudara saya akan menggunakan haknya menentukan nasib bangsa ini dalam pemilu 2014.  Saya katakan kepada Anda bahwa inilah saatnya Anda untuk menentukan arah bangsa ini 5 tahun yang akan datang.
Ketika memilih wakil rakyat yang tidak mewakili Anda, tidak peka terhadap kebutuhan masyarakat, hanya perduli terhadap dirinya dan golongannya, maka ini akan berdampak terhadap tidak fungsi lembaga legislatif. Saat ini lembaga legislatif diguncang, banyak hal mulai dari kasus korupsi yang menggurita, pelaksanaan fungsi budgeting seringkali beraroma kepentingan, pengawasan pemerintah yang syarat kepentingan. Hal ini berdampak terhadap rontoknya kredibilitas lembaga perwakilan rakyat tersebut.
Oleh sebab itu, ini saatnya Anda memperbaiki semuanya. Pilihlah wakil rakyat yang menurut Anda kelak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Gunakan hati nurani Anda. Karena Anda tidak bisa membiarkan nasib bangsa ini ditentukan oleh uang 100 ribu.
Demikian juga buat saudara-saudara Anda di Daerah Pemilihan saya di DIY, saya tidak memaksa Anda memilih saya. Tapi lakukankan ketika  Anda yakin!  Apa yang saya tawarkan adalah sebuah keinginan untuk berbuat lebih bagi masyarakat, ikut serta dapat menghasilkan regulasi yang sehat dan bermanfaat, dan menjalankan fungsi pembuatan perundangan dan budgeting dengan didasarkan pada integritas dan idealisme.
Saya berharap, dan saya mencoba memurnikan motivasi saya, agar mengejar status sebagai anggota DPR bukan agar kehidupan saya lebih baik secara materi, membuat saya menjadi selebriti. Saya pikir status saya sebagai pengusaha, hal tersebut sudah saya raih terlebih dahulu. Bahkan secara materi, hanya dengan mengurus bisnis saya sudah membuat saya bahagia dan kehidupan yang jauh dari cukup.
Tapi sekali saya katakan, keputusan Anda di tangan Anda. Ketika Anda melihat wajah saya dan nama saya di kertas pemilihan, lakukanlah itu ketika hati nurani Anda mengharuskan demikian. Sehingga Anda tidak melakukan hal yang Anda sesali kemudian hari.

Salam dari saya
Roberto Evenhard

Menggagas Cinta Arwana



 http://ferboesrichardson.files.wordpress.com/2013/09/arwana-golden-pino.jpg
Baru-baru ini saya membaca sebuah tulisan berbahasa Inggris yang cukup menggetarkan hati saya. Mengapa? Ternyata salah satu negara tetangga kita merupakan ekspotir terbesar ikan hias di dunia. Lalu pertanyaan saya, bagaimana mungkin sebuah negara yang  luas wilayahnya tidak lebih besar dari pulau Bali bisa menjadi penghasil ikan hias terbesar di dunia, yang termasuk salah satunya arwana.
Lalu saya teringat dengan para peternak arwana di Sleman yang sering mendapatkan kunjungan pedagang asing. Mereka disambut dengan ramah. Cukup hangat, hingga suatu saat tamu istimewa tersebut menyatakan minatnya membeli ikan arwana mereka secara borongan. Para peternak membuka tangan lebar-lebar tanda setuju.  Alhasil, peristiwa yang saya baca di atas terjadi. Si pedagang seolah dikenal sebagai produsen arwana terbaik, sedangkan si peternak Sleman raib dari perhatian banyak orang.
Saya berpikir jika harusnya peternak kita, khususnya di Slemen mendapatkan penghargaan terbesar sebagai penyedia arwana terbaik di dunia.  Karena faktanya demikian. Namun secara global keberadaan peternak arwana Yogya raib, kalah oleh keberadaan pengumpul asal luar negeri.
Saya tidak ingin menyalahkan para pedagang asing, lalu menuduh mereka tengah mencuri kekayaan alam kita. Saya juga memaklumi adanya sejumlah masalah yang dihadapi peternak, sehingga selalu menjadi pihak yang lemah dalam persaingan.
Pertama tentunya adalah masalah kelembagaan. Petani seringkali bertindak secara individual. Seharusnya petani arwana perlu memiliki organisasi yang kuat. Dengan berkumpul dalam sebuah wadah, entah itu organisasi, atau kelompok peternak, mereka bakal menjadi kekuatan ekonomi.  Banyak pihak yang mendekati. Entah itu perbankkan, perusahaan pakan, obat-obatan dsb.
Dengan berkumpul bersama, petani dapat menghimpun kekuatan berupa modal, tenaga, pengetahuan dsb untuk kebaikan bersama. Sebuah koperasi petani di Sultra mampu menghimpun dana hingga 2 M yang dapat dimanfaatkan petani sebagai modal kerja.
Kedua, pengetahuan pasar. Apa yang membuat pengumpul bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam sebuah sistem perdagangan? Tidak semata-mata karena memiliki modal yang besar, tapi tapi juga pengetahuan yang mereka miliki. Oleh sebab itu, perlu peran pemerintah terkait hal tersebut. Yakni, memberikan pelatihan soal pemasaran dan mutu maupun menghubungkan petani dengan pembeli potensial.
Kedua hal menjadi objek pembinaan yang sedang saya jalankan, meskipun belum memberikan hasil belum menggembirakan. Harapan saya ke depan, melalui perbaikan kedua aspek tersebut peternak arwana lebih sejahtera dan bermartabat. Sehingga kita bisa merebut kebanggaan kita kembali sebagai penghasil arwana terbaik di dunia.

Sumber: http://cintarwanayogya.blogspot.com/