Tidak
lama lagi Anda, rekan-rekan dan Saudara-Saudara saya akan menggunakan haknya
menentukan nasib bangsa ini dalam pemilu 2014.
Saya katakan kepada Anda bahwa inilah saatnya Anda untuk menentukan arah
bangsa ini 5 tahun yang akan datang.
Ketika
memilih wakil rakyat yang tidak mewakili Anda, tidak peka terhadap kebutuhan masyarakat,
hanya perduli terhadap dirinya dan golongannya, maka ini akan berdampak
terhadap tidak fungsi lembaga legislatif. Saat ini lembaga legislatif diguncang,
banyak hal mulai dari kasus korupsi yang menggurita, pelaksanaan fungsi budgeting seringkali beraroma
kepentingan, pengawasan pemerintah yang syarat kepentingan. Hal ini berdampak
terhadap rontoknya kredibilitas lembaga perwakilan rakyat tersebut.
Oleh
sebab itu, ini saatnya Anda memperbaiki semuanya. Pilihlah wakil rakyat yang
menurut Anda kelak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Gunakan hati nurani
Anda. Karena Anda tidak bisa membiarkan nasib bangsa ini ditentukan oleh uang
100 ribu.
Demikian
juga buat saudara-saudara Anda di Daerah Pemilihan saya di DIY, saya tidak
memaksa Anda memilih saya. Tapi lakukankan ketika Anda yakin! Apa yang saya tawarkan adalah sebuah keinginan
untuk berbuat lebih bagi masyarakat, ikut serta dapat menghasilkan regulasi
yang sehat dan bermanfaat, dan menjalankan fungsi pembuatan perundangan dan
budgeting dengan didasarkan pada integritas
dan idealisme.
Saya
berharap, dan saya mencoba memurnikan motivasi saya, agar mengejar status
sebagai anggota DPR bukan agar kehidupan saya lebih baik secara materi, membuat
saya menjadi selebriti. Saya pikir status saya sebagai pengusaha, hal tersebut
sudah saya raih terlebih dahulu. Bahkan secara materi, hanya dengan mengurus
bisnis saya sudah membuat saya bahagia dan kehidupan yang jauh dari cukup.
Tapi
sekali saya katakan, keputusan Anda di tangan Anda. Ketika Anda melihat wajah
saya dan nama saya di kertas pemilihan, lakukanlah itu ketika hati nurani Anda
mengharuskan demikian. Sehingga Anda tidak melakukan hal yang Anda sesali
kemudian hari.
Salam
dari saya
Roberto Evenhard
Tidak ada komentar:
Posting Komentar